nusaberita.ne

Meski Gagal di Liga Champions, Setidaknya Barcelona Bisa Mempermalukan Real Madrid

Meski Gagal di Liga Champions, Setidaknya Barcelona Bisa Mempermalukan Real Madrid

Barcelona sudah mengunci gelar juara La Liga beberapa pekan lalu. Mereka kembali unggul jauh dari rival-rival terdekatnya, kali ini Atletico Madrid dan Real Madrid. Blaugrana tampil nyaris sempurna di La Liga.

Tercatat, Barca sudah mengoleksi 86 poin dari 37 pertandingan. Artinya, dengan satu laga sisa, mereka bisa menutup musim dengan 89 poin jika sukses memetik kemenangan.

Di tengah kesuksesan Barca, Real Madrid justru terpuruk di peringkat ketiga. Los Blancos hanya mengumpulkan 68 poin sejauh ini, tertinggal 18 poin dari Barca. Madrid tengah menjalani salah satu musim terburuk mereka.

Madrid belum juga bangkit dalam beberapa laga terakhir, dan bisa mencatatkan rekor terburuk mereka. Menukil Marca, baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

18 Poin

Real Madrid jelas tidak mau mengingat satu momen pun dari musim 2018/19 ini. Setelah kekalahan dari Real Sociedad akhir pekan lalu, Madrid telah memberikan kesempatan bagi Barcelona untuk menorehkan selisih poin terbesar antara kedua rival abadi ini.

Sebelumnya, selisih poin terbesar antara dua raksasa ini tercatat di angka 17 poin, yang diraih Barcelona pada tahun 1985 dan 2018. Jika kedua tim sama-sama memenangkan laga terakhir mereka, bakal ada rekor baru yang tercipta. Yakni Barca yang jadi juara dengan keunggulan 18 poin dari Madrid.

Artinya, Los Blancos bakal mati-matian untuk setidaknya memetik kemenangan di laga terakhir mereka. Jika kalah lagi, Selisih itu bakal melebar 21 poin, margin yang luar biasa.

Barcelona boleh jadi masih kecewa karena gagal di Liga Champions, tetapi menjuarai La Liga dengan selisih poin terbesar dari Madrid jelas bakal jadi makanan penutup yang terasa manis.

17 Kekalahan

Di sisi lain, Madrid tampaknya ingin mengakhiri musim sesegera mungkin. Musim ini adalah musim terburuk Madrid di abad 21. Mereka telah menelan 17 kekalahan di semua kompetisi.

Sejak 1998/98, ini adalah musim terburuk Los Blancos jika dilihat dari statistik yang tercipta. Bahkan kembalinya Zinedine Zidane – setelah pemecatan Julen Lopetegui dan Santiago Solari – tidak mampu membangkitkan semangat skuat Madrid.

Madrid belum lagi memenangkan laga tandang sejak 10 Maret lalu. Mereka juga telah kebobolan 44 gol di La Liga saja. Catatan buruk defensif ini jelas jadi salah satu bukti kebobrokan Madrid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *