lang="id-ID"> Atlet MMA Indonesia Harus Bidik Sabuk Juara ONE Championship - SEPUTAR BERITA OLAHRAGA

Atlet MMA Indonesia Harus Bidik Sabuk Juara ONE Championship

Atlet MMA Indonesia Harus Bidik Sabuk Juara ONE Championship

Sejumlah atlet mixed martial arts (MMA) berasal Indonesia terus menimba pengalaman dengan tampil di ajang ONE Championship bertajuk One: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, awal bulan ini.

Pada One: For Honor, Priscilla Hertati Lumban Gaol menang atas Nou Srey Pov dari Kamboja. Adrian Mattheis menaklukkan Himanshu Kaushik (India).

Sunoto mengalahkan rekan senegara Paul Lumihi yang melakoni debut pada ONE Championship. Kemenangan turut dipetik Angelo Bimoadji yang memembungkam Guntur. Sementara Rudy Agustian dikalahkan Chan Rothana (Kamboja).

Atlet asal Indonesia yang berlatih pada bawah Bali MMA, Stefer Rahardian dan Anthony Engelen, menyebut partisipasi mereka penting dalam bisnis menjadi juara.

“Secara holistik atlet Indonesia sudah menaruh yg terbaik yg mereka miliki. Apapun hasilnya, itu sudah menjadi bagian berdasarkan kerja keras & doa hingga bisa datang di atas ring,” istilah Stefer.

“Siapapun atlet Indonesia yang berkompetisi pada ONE Championship niscaya punya mimpi buat merebut sabuk juara. Tentunya, buat menuju ke sana diperlukan kerja keras, latihan, disiplin, attitude, serta doa dan dukungan,” sambungnya dalam rilis yang diterima Liputan6.Com.

Dua menurut tiga halaman
Kembangkan Teknik
Priscilla Hertati Lumban Gaol
Priscilla Hertati Lumban Gaol berduel melawan Nou Srey Pov pada ajang One Championship bertajuk One: For Honor. (Dok One Championship)
Engelen secara khusus menyorot kinerja Priscilla yang meraih kemenangan dengan angka mutlak. Hasil ini menebus kekalahannya menurut Puja Tomar (India) pada One: Eternal Glory, 19 Januari kemudian.

“Priscilla telah melakukan teknik-teknik yg baik melalui tendangan & upaya take down. Menurut aku beliau perlu lebih membuatkan lagi teknik ground handling,” ungkapnya.

“Saat berada di ground beliau kurang mampu melancarkan serangan maupun teknik sampai lawan melakukan submission. Namun, pertandingannya sangat menarik buat disaksikan dan aku bangga karena kemenangan jadi milik Indonesia,” sambung Engelen.

Tiga menurut tiga laman
Target Tinggi
Engelen turut menaruh selamat kepada Adrian dan Angelo. Sedangkan dia menilai Rudy kurang beruntung karena kelelahan.

“Atlet harus mengincar sasaran tinggi. Tapi jangan penekanan sebagai kampiun saja. Ada bepergian menuju sasaran besar itu. Selama fokus, maka sasaran itu akan tercapai. Tetapi kita harus mengatasi seluruh hal menuju sasaran besar itu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Magazine 7 by AF themes.