Nike Rugi Puluhan Triliun Usai Sepatu Jebol di Lapangan Basket

Nike Rugi Puluhan Triliun Usai Sepatu Jebol di Lapangan Basket

Nike Rugi Puluhan Triliun Usai Sepatu Jebol di Lapangan Basket

 Nike menjadi sorotan dunia dan menuai kritik usai sepatu produksi mereka ketahuan jebol di lapangan basket dalam laga Univesitas Duke kontra Universitas North Carolina pada Rabu (20/2) lalu. Insiden ini pun ternyata mengakibatkan anjloknya saham Nike, dengan kerugian yang mencapai USD 1,4 miliar atau Rp 20,5 triliun.

Dalam laga yang ditonton langsung oleh eks presiden Amerika Serikat, Barack Obama tersebut, salah satu pemain Duke bernama Zion Williamson terpeleset saat permainan baru berjalan 33 detik. Pemain setinggi 200 cm ini terlihat kesakitan dan memegang kaki kirinya, dan tampak pula sepatu yang dipakainya jebol.

Penggemar basket di seluruh dunia pun melempar kritik tajam dan kecaman pada Nike atas insiden tersebut, dan saham Nike segera turun sebanyak 1% sehari setelahnya. Sepatu yang dipakai Williamson adalah Nike PG 2.5 keluaran 2018, dan memiliki harga sekitar USD 95-105 atau Rp 1,3-1,4 juta.

Nike pun mengeluarkan pernyataan resmi soal insiden ini, dan berjanji akan melakukan penyelidikan. “Kami tentunya khawatir dan berharap Zion segera pulih. Kualitas dan performa produk kami adalah keutamaan tinggi. Meski kejadian ini adalah kasus tak biasa, kami bekerja untuk mengidentifikasi permasalahannya,” tulis mereka.

Nike Buru Pasar Indonesia

Di lain sisi, Nike juga berencana melebarkan pasar produknya di Indonesia seiring dengan permintaan yang tinggi. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya telah bertemu perwakilan Nike terkait pengalihan ini. “Sedang dibahas. Terutama mereka sedang menyampaikan intention untuk mengisi tambahan demand,” ujarnya pada 8 Januari lalu.

Selama ini, sepatu Nike memang telah diproduksi di Indonesia. Biasanya Nike menentukan produk untuk diproduksi oleh perusahaan-perusahaan alas kaki yang ada di Indonesia sebagai perusahaan subkontraknya atau biasa disebut makloon. Namun karena permintaan terus meningkat di Indonesia, maka perusahaan asal Amerika Serikat tersebut akan menambah ordernya dari Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *