Agen Bola, Judi Bola, Sbobet, Agen Sbobet

Portal Berita, Seputar Berita, Pusat Berita, Berita Terbaru

Raih 4 Medali Emas Hari Kedua, Indonesia Bisa 10 Besar

Taruhan Bola, Agen Bola, Judi Bola, Sbobet, Agen Sbobet, Judi Bola Online, Bola Online, Judi online

Kami merekomendasikan tentang Bursa Judi Bola, Taruhan Bola, Agen Bola, Judi Bola, Sbobet, Agen Sbobet, Judi Bola Online, Bola Online, Judi Online, Taruhan Togel, Agen Togel, Judi Togel, Daftar Togel, Link Alternatif Togel, Promo Judi Online, Togel Hongkong, Prediksi Toto Singapur, Result Togel, Poker Online,Agen Poker,Agen Judi Poker, Game Bandar Ceme,Agen Judi Kiu Kiu, Dewapoker,  yang pastinyah dapat dipercaya.

BACA JUGA :

Preview Game 4 Houston Rockets Vs Golden State Warriors

Ihsan Mustofa Kembali Buka Asa Tim Thomas Indonesia

Servis Sering Disalahkan Jadi Alasan Kekalahan Marcus Kevin

Anthony Ginting Bawa Tim Thomas Indonesia Ungguli Thailand

Marcus Kevin Kalah Tim Thomas Indonesia Vs Thailand Imbang

JAKARTA – Torehan empat medali emas Indonesia pada hari kedua Asian Games 2018 sudah menyamai pencapaian di Incheon, Korea Selatan, empat tahun lalu. Keberhasilan ini sekaligus membuat ambisi Indonesia untuk memenuhi target 10 besar bisa saja terpenuhi.

Pada hari kedua Asian Games 2018, Indo nesia sukses mengumpulkan empat emas, dua perak, dan dua perunggu. Medali emas direbut Defia Rosmaniar (taekwondo), Lindswell Kwok (wushu), ditambah Khoiful Mukhib (sepeda gunung putra), dan Tiara Andini Prastika (sepeda gunung putri).

Sedangkan medali perak berhasil diraih Edgar Marvelo (wushu) dan Sri Wahyuni (Angkat Besi). Perunggu didapatkan Porwaningsih (sepeda gunung putri) dan Surahmat Bin Suwoto Wijoyo (angkat besi). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bangga dengan prestasi kontingen Merah Putih selama dua hari pasca upacara pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8).

“Ya belum tentu 10 besar, bisa saja nanti delapan besar,” kata Jokowi. Sebagai bentuk dukungan, Jokowi mengaku akan datang menyaksikan dan memberi dukungan. Dia memastikan kedatangannya bukan hanya ke cabang yang berpotensi emas, tapi di pertandingan apa pun.

“Pokoknya kalau ada waktu, saya akan datang. Ada waktu (saya) datang. Tidak harus yang dapat emas, tapi dipertandingan apa pun akan datang kalau ada waktu. Saya akan atur waktu seketat mungkin agar bisa datang di setiap pertandingan,” tambahnya.

Optimisme Jokowi bukan tanpa alasan. Indonesia masih memiliki beberapa cabang yang ditarget mendapatkan medali. Seperti di cabang bulutangkis, angkat besi, parayalang, pencak silat, jet ski, panjat tebing, dan bridge.

Di luar cabang itu, emas juga diharapkan bisa disumbang angkat besi, rowing, dan canoing. Sedangkan wushu dan taekwondo sudah memenuhi target satu emas melalui Defia dan Lindswell. Jika cabang tersebut bisa memenuhi target medali, target yang dicanangkan Jokowi terlihat realistis. Sepanjang sejarah perolehan emas terbanyak Indonesia hanyalah 11 emas pada 1962 saat menjadi tuan rumah.

Setelah itu pencapaian tertinggi adalah sembilan emas pada Asian Games 1970 di Bangkok. Sedangkan pada lima pagelaran terakhir, pencapaian emas tertinggi Indonesia adalah enam emas pada Asian Games 1998, Bangkok. Sementara pada edisi terakhir, Asian Games 2014, Indonesia menempati peringkat ke-17 klasemen akhir dengan empat emas dari cabang bulutangkis, wushu, dan atletik.

Bulu tangkis disumbangkan pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, atletik dipersembahkan Maria Natalia Londa, dan Juwita Niza Wasni dari taekwondo. Emas Lindswell dari nomor Taijiquan dan Taijijian di Asian Games 2018 pun menjadi penutup karier yang indah.

Pewushu andalan Indonesia ini menyatakan akan pensiun sebagai atlet setelah tampil di Hall B Jakarta Internasional Ex po (JIExpo) kemarin. Pada laga terakhirnya itu, Lind swell tampil menawan di Taijijian.

Dia berhasil mendapatkan 9, 75 poin atau seperti di Taijiquan yang dilakukannya pada hari sebelumnya. Atlet asal Medan ini sukses mengumpulkan 19,50 poin. Total angkanya itu unggul dari pewushu asal Hong Kong, Uen Ying Juanita Mok (19,42 poin) dan Agatha Chrys ten zen Wong (19,36), Filipina.

“Saya merasa sudah cukup, saya mau istirahat dulu,” ucap Lindswell. Hasil ini menjadi pencapaian terbaiknya dalam tiga kesempatan tampil di Asian Games. Pada 2010 dia hanya mampu menempati posisi enam. Di Incheon empat tahun lalu, atlet berusia 26 tahun ini mempersem bahkan medali perak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusa Berita © 2018 Nusa Berita